Pengertian Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna Dilengkapi Contoh Daur Hidup Kupu-kupu

Berikut pengertian metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. Kamu akan mengetahui tentang perbedaan metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Dalam artikel ini juga terdapat contoh tahap atau daur hidup kupu kupu, katak, dan capung.

Dikutip dari Buku Kelas IV Tema 6 Berjudul Cita citaku, semua makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Hewan dan manusia mengalami beberapa tahapan pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupannya. Hewan mengalami tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda beda.

Ada jenis hewan yang mengalami perubahan bentuk di setiap tahap hidupnya. Namun, ada pula hewan yang tidak mengalami perubahan bentuk pada setiap tahapannya, selain bertambah besar saja. Hewan yang mengalami perubahan bentuk dalam siklus hidupnya berarti mengalami metamorfosis.

Begitu juga sebaliknya, hewan yang tidak mengalami perubahan bentuk dalam siklus hidupnya berarti tidak mengalami metamorfosis. Metamorfosis adalah perubahan bentuk hewan selama masa pertumbuhannya. Hewan dikatakan mengalami metamorfosis sempurna ketika terdapat perubahan bentuk pada setiap tahapan pertumbuhan dan perkembangannya.

Sementara bagi hewan yang mengalami perubahan bentuk hanya pada beberapa tahap tumbuh kembangnya dinamakan mengalami metamorfosis tidak sempurna. Dikutip dari Buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD kelas IV, metamorfosis sempurna pada serangga senantiasa melalui tahap kepompong (pupa). Contohnya serangga, kupu kupu, nyamuk, dan lalat.

Sedangkan metamorfosis tidak sempurna pada serangga tidak melalui tahap kepompong. Contohnya belalang dan capung. Pada hewan yang mengalami metamorfosis sempurna, bentuk anaknya yang baru menetas berbeda jauh dengan induknya.

Baru setelah melewati tahap kepompong, bentuknya akan sama dengan induknya. Hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, bentuk anaknya yang baru menetas sudah mirip dengan induknya. Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia , daur hidup adalah rangkaian penahapan yang dilalui oleh suatu makhluk hidup, mulai dari masa remaja, dewasa, sampai terjadinya spora (biji atau telur yang dibuahi lagi).

Daur hidup juga disebut sebagai siklus hidup. Tahapan pertumbuhan dan perkembangan hewan membentuk sebuah siklus hidup atau daur hidup. Jadi, proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup mulai dari lahir atau menetas hingga dewasa disebut siklus hidup atau daur hidup.

Berikut beberapa contoh tahapan dalam daur hidup hewan. Kehidupan kupu kupu dimulai dari telur. Telur menetas menjadi ulat.

Ulat kemudian berubah menjadi kepompong. Akhirnya, kepompong akan berubah menjadi kupu kupu. Kupu kupu tersebut, selanjutnya akan bertelur lagi.

Di dalam daur hidup kupu kupu, terjadi perubahan perubahan bentuk atau metamorfosis. Karena melalui kepompong, kupu kupu mengalami metamorfosis sempurna. Katak termasuk amfibi, artinya hewan yang hidup di dua alam yang berbeda.

Katak juga bertelur dan mengalami metamorfosis sempurna seperti kupu kupu. Metamorfosis katak melalui tiga tahap, yaitu telur, berudu, dan katak dewasa. Katak bertelur di dalam air.

Telur katak terlihat bertumpuk di dalam air karena adanya lendir sehingga seolah olah berhubungan satu dengan lainnya. Selanjutnya telur tersebut akan menetas menjadi berudu atau kecebong yang bentuknya menyerupai ikan. Setelah beberapa lama, akan muncul kaki belakang pada berudu, kemudian disusul dengan kaki depan.

Berudu yang demikian disebut berudu berkaki dan berekor. Setelah beberapa hari, ekor berudu menyusut dan selanjutnya hilang. Berudu berubah menjadi katak yang terus tumbuh hingga dewasa.

Capung mengalami metamorfosi tidak sempurna. Saat capung betina bertelur, ia akan menyimpan telurnya di dalam air. Telur capung yang jumlahnya lebih dari 100 butir tersebut kemudian menetas menjadi larva.

Selanjutnya, larva akan melepaskan kulitnya dan berubah menjadi capung muda (nimfa). Nimfa hidup di air dan makan binatang kecil. Setelah dewasa, nimfa akan terbang keluar dari air dan berubah menjadi capung dewasa.

Karitas, Diana Puspa dkk. 2013. Buku Siswa SD/MI Kelas IV Tema 6 Cita citaku Edisi Revisi 2017 . Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Priyono dan Titik Syekti. 2010. Ilmu Pengetahuan Alam 4 Untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *