Rekam Jejak Mendiang Basrief Arief, Jaksa Agung Era SBY, Pemburu Koruptor yang Torehkan Prestasi

Kabar duka datang dari Korps Adhyaksa di Tanah Air. Basrief Arief, Jaksa Agung era Presiden ke 4, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninggal dunia pada Selasa (23/3/2021) hari ini. Kabar duka ini dibenarkan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung), Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Dalam keterangannya, Leonard mengatakan, Basrief Arief meninggal dunia sekira pukul 10.00 WIB. "Kejaksaan berdukacita atas berpulang kehadirat Allah SWT bapak Basrief Arief bin Bachtiar Arief pada hari Selasa 23 Maret 2021 jam 10.00 WIB," kata Leonard, Selasa (23/3/2021). Mewakili Kejaksaan Agung, Leonard pun meminta agar seluruh masyarakat ikut mendoakan dan membukakan pintu maaf untuk almarhum.

"Semoga amal ibadah Almarhum diterima disisi ALLAH SWT dan dibukakan pintu maaf sebesar besarnya," tulis Leonard. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti mengenai penyebab meninggalnya Basrief. Basrief Arief lahir di Tanjung Enim, Sumatera Selatan pada 23 Januari 1947.

Basrief merupakan alumni Program Pasca Sarjana Universitas Padjajaran (Unpad) dan Fakultas Hukum Universitas Andalas. Basrief berhasil menyelesaikan studi di Sekolah Hakim Dan Jaksa, Palembang pada 1967. Kemudian, Basrief mengabdikan diri kepada jajaran Kejaksaan Agung RI.

Diketahui, Basrief pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Belawan, Sumatera Utara. Kemudian ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong, Jawa Barat, dan Kepala Kejari Jakarta Pusat. Selanjutnya, Basrief pernah menjadi Asisten Pidum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, dan Staf Ahli Kejaksaan Agung RI.

Hingga akhirnya, Basrief menjadi Kepala Biro Umum, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Pada tahun 2000 an, nama Basrief sering muncul karena menjabat sebagai Kepala Bagian Humas Kejaksaan Agung (Kejagung). Kemudian, kariernya semakin melejit ketika dipercaya menjabat Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel).

Ketika menjabat Jamintel, Basrief juga menjabat Ketua Tim Terpadu Pencari Terpidana dan Tersangka Perkara Tindak Pidana Korupsi atau Tim Pemburu Koruptor. Ketika Jaksa Agung dijabat Abdurahman Saleh, Basrief dipercaya menjadi Wakil Jaksa Agung pada tahun 2005 hingga pensiun Februari 2007. Basrief juga sempat menjabat sebagai Ketua Presidium Keluarga Besar Purna Adhyaksa (KBPA) dan Senior Managing Partners pada Kantor Konsultan Hukum Dan Investasi SH dan rekan.

Tahun 2007 saat pendaftaran calon pimpinan KPK, Basrief menolak untuk mendaftarkan diri. Kemudian, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkat Basrief Arief sebagai pengganti Jaksa Agung Hendarman Supandji yang telah habis masa jabatannya. Basrief pun dilantik menjadi Jaksa Agung di Istana Negara pada Jumat, 26 November 2010.

Dikutip dari laman resmi , Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung pada 2010, Babul Khoir Harahap ikut menceritakan rekam jejak sosok Basrief. Menurut Babul, Basrief bukan orang baru bagi kalangan Adhyaksa di Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung). "Saya sudah lama kenal dia, waktu saya masuk dia sudah di sini (Kejagung)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Babul Khoir Harahap, Jumat (26/11/2010) silam.

Babul menjelaskan, mantan wakil jaksa Agung ini dikenal bersih selama menjadi pejabat di korps yang membesarkan namanya. "Kinerja beliau cukup bagus, saya belum pernah dengar ada goncangan atau isu miring sampai saat ini. Walaupun sudah pensiun beliau masih sering ketemu kami," kata Babul. Sejumlah prestasi juga pernah ditorehkan Basrief kala merintis karier di Kejaksaan.

Sebelum masuk ke lingkungan Gedung Bundar, Basrief sebelumnya menjadi Kajari Belawan, Sumut, Kajari Cibinong, Jabar lalu Kajari Jakarta Pusat setelah itu dirinya menjadi Asisten Pidum Kejati DKI Jakarta. "Dia salah satu pemburu koruptor dan itu harus diakui. Dia itu panutan di Kejaksaan." "Dan dengan pengalaman teknis di Kejagung, kita yakin Kejaksaan jadi lebih baik," tambahnya.

Babul juga menjelaskan, pada era kepemimpinan Basrief, Tim Pemburu Koruptor menangkap bekas Direktur Bank Sertivia, David Nusa Wijaya, yang merupakan terpidana kasus korupsi dana BLBI senilai Rp 1,3 triliun. Basrief pun digantikan oleh Muchtar Arifin pada 2007 karena telah memasuki masa pensiun. Kemudian, selama menjabat sebagai Jaksa Agung di era SBY, banyak prestasi yang ditorehkan olehnya.

Satu di antaranya, kejaksaan Agung Republik Indonesia berhasil menangkap dua Jaksa pemeras terhadap perusahaan yang bergerak di bidang pelabuhan di Kalimantan Timur senilai Rp2,5 miliar. Kedua jaksa tersebut bernama Andri Fernando Pasaribu dan Arif. Diketahui, mereka merupakan Jaksa fungsional di Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung.

Calon Pegawai Wilayah Pekanbaru (Tipe A) di Riau, tahun 1967 Jaksa Fungsional Wilayah Pekanbaru (Tipe A) di Riau, tahun 1971 Kasubsi Sosial dan Politik Wilayah Pekanbaru (Tipe A) di Riau, tahun 1976

Kasubsi Tindak Pidana Subversi Wilayah Pekanbaru (Tipe A) di Riau, tahun 1978 Kasub Tipid Umum Lain Jakarta Pusat (Tipe A) di DKI Jakarta, tahun 1981 Kasipidum Bandar Lampung (Tipe A) di Lampung, tahun 1985

Kasipidum Surabaya (Tipe A) di Jawa Timur, tahun 1989 Kasi Penyidikan II, Direktorat Penyidikan, tahun 1991 Kepala Kejaksaan Negeri Belawan di Sumatera Utara, tahun 1991

Kepala Bagian Humas Biro Umum, tahun 1994 Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong (Tipe A) di Jawa Barat, tahun 1995 Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Tipe A) di DKI Jakarta, tahun 1996

Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati DKI Jakarta, tahun 1997 Staf Ahli Kejaksaan Agung, tahun 1998 Kepala Biro Umum Kejaksaan Agung, tahun 2000

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, tahun 2000 Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) tahun 2001 Wakil Jaksa Agung, tahun 2005

Jaksa Agung tahun 2010

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *